TANAMAN LIDAH BUAYA

TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA)

SEBAGAI OBAT

Lidah Buaya/Jadam
Aloe Vera (Ingg.), Aloe vera (Latin)) Famili: Liliaceae

Aloe vera
Aloe vera

Asal:

  • Afrika

Deskripsi:

  • Tanaman sukulen tahunan.  Daun berdaging tebal dan banyak mengandung lendir atau gel.  Lidah buaya dapat digunakan sebagai tanaman hias, tanaman obat, maupun minuman. Dari lebih 300 jenis Aloe, hanya tiga jenis yang diusahakan secara komersial, yaitu Aloe vera (Aloe barbadensis Miller), Aloe perryi dan Aloe ferox.  Di antara ketiga jenis Aloe tersebut, hanya jenis Aloe vera yang paling berpotensi untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan industri farmasi, pangan dan kosmetika.

Kandungan:

  • Cairan lidah buaya mengandung unsur utama, yaitu  aloin, emodin, gum dan unsur lain seperti minyak atsiri.  Senyawa-senyawa gula juga terdapat pada lidah buaya dalam bentuk mannosa, glukosa, serta sejumlah kecil silosa, arabinosa, galaktosa, ramnosa  serta enzim-enzim oksidase

Manfaat:

  • Produk yang dihasilkan dari lidah buaya dapat berupa shampo, pasta gigi, dan aneka macam kosmetik lainnya malahan sekarang telah dijual dalam bentuk minuman koktail.  Kegunaannya bagi kesehatan manusia antara lain untuk mengobati sakit kepala/pusing, sembelit, kejang pada anak, kurang gizi, batuk rejan, muntah darah, kencin manis, wasir, peluruh haid dan penyubur rambut.  Selain itu lidah buaya juga bermanfaat sebagai penyembuh luka dan luka bakar serta mengurangi infeksi.

1. Mengenal Lidah Buaya Sebagai Salah Satu Tanaman Toga

TOGA ( taman obat keluarga ) adalah sebidang tanah di pekarangan, kebun yang dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman yang berkhasiat obat atau pot yang berisi tanah yang ditanam dengan tanaman obat dalam upaya memenuhi kebutuhan keluarga akan obat. Salah satu contoh tanaman yang biasa ditanam di pekarangan  adalah Lidah Buaya ( Aloe vera L ).

Lidah buaya ( Aloe ) adalah tanaman yang berasal dari luar negeri dibawa ke Indonesia oleh pedagang Arab beberapa ratus tahun yang lalu. Diseluruh dunia terdapat lebih dari 350 jenis tanaman lidah buaya , mulai dari yang beracun sampai yang bernilai ekonomis. Tapi Aloe vera  yang  banyak dibudidayakan di negeri kita sekarang  ada 3 jenis , yaitu  Aloe vera chinensis dari China (tapi bukan tanaman asli China ), Aloe vera barbadensis yang berasal dari Pulau Barbados di Kep. Carribia dan Aloe ferox dikenal sebagai Cape Aloe dari Cape Town Afrika Selatan. Berat satu pelepah daun yang digunakan berkisar antara 0,8 – 1,5 kg. Aloe vera adalah tanaman yang tidak tahan lahan basah dan tergenang air serta memerlukan sinar matahari penuh.

Termasuk tanaman yang telah lama dikenal di dunia ini , konon bangsa Sumeria 2200 SM ( Iraq sekarang ) telah menanamnya di delta antara sungai Euphrat dan sungai Tigris sebagai obat pencahar. Juga oleh bangsa Mesir pada tahun 1150 SM  telah membuat 12 macam resep pengobatan dengan menggunakan Aloe vera yang ditemukan pada Papyrus Eber di makam raja-raja Mesir kuno oleh George Ebers pada tahun 1862.

Aristoteles seorang filsuf Yunani yang hidup pada  383-322 sebelum Masehi menyarankan  muridnya Iskandar Zulkarnain atau Alexander Agung raja dari Macedonia untuk menaklukkan pulau Socotra guna mendapatkan Aloe sebagai cadangan obat luka pasukannya dalam peperangan menaklukkan dunia .

Si Ratu cantik dari Mesir Cleopatra awal abad Masehi telah menggunakan Aloe vera untuk mandi, gel pada mata dan bibir.

Dioscorides ahli farmasi Romawi yang hidup pada abad kesatu Masehi yang menulis buku Materia Medica yaitu buku tentang obat-obatan alami ( pengenalan, pengumpulan dan penyimpanan tanaman obat ) membuat descripsi tentang lidah buaya sebagai obat sembelit, obat tidur , sakit mata dan obat luka.

Setelah abad pertengahan orang Eropa menguasai ( menjajah ) daerah-daerah penghasil bahan obat dan rempah-rempah dunia dan perdagangan ekstrak Aloe-pun dikuasai oleh orang-orang Eropa.

Dalam buku Martindale edisi 34 tahun 2005 , ekstrak kering  dari Aloe barbadensis berisi tidak lebih dari 28 % derivat hydoxyanthracene sebagai barbaloin. Massa yang berwarna coklat gelap sedikit mengkilat berbentuk pecahan atau bubuk coklat. Sedikit larut dalam air mendidih, larut dalam alkohol. Jus Aloe capensis kering dari Aloe berisi  18 % derivat anthtracene sebagai barbaloin. Latex ( getah ) kering dari daun Aloe barbadensis dikenal dalam perdagangan sebagai Curacao Aloe atau dari Aloe ferox .dikenal dalam perdagangan dengan Cape Aloe. Menghasilkan tidak kurang 50 % ekstrak yang larut dalam air.

Jelli Aloe vera

Gel ( jelli ) Aloe vera berbeda dari ekstrak Aloe. Berbentuk musilago (daging berbentuk lendir) yang  diperoleh dari daun Aloe vera (=Aloe barbadensis) . Tidak termasuk air buah / daun  ( sap ) Aloe vera yang berisi anthraquinon dan berbeda dengan Aloe.

Aloe vera gel terutama digunakan dalam kosmetik dan toiletteri ( perbekalan kesehatan rumah tangga = PKRT ). Preparat ini  juga di klaim bermanfaat  sebagai kuratif seperti untuk acne (jerawat ) , psoriasis , luka bakar, luka , arthritis, diabetes, hiperlipidemia, radang usus (peptic ulcer) dan herpes. Bukti-bukti yang mendukung klaim ini masih lemah.

Produsen kosmetika terkenal seperti Avon, Oriflame, Mustika Ratu, Sari Ayu dan produsen kosmetika lainnya juga menawarkan  berbagai produk yang mengandung Aloe vera.

Produk yang mengandung Aloe yang berupa kosmetik, makanan, suplemen makanan (food supplement) dan toileteri terdapat di banyak negara di dunia bukan di Indonesia saja . Sebagai produk makanan dan supplemen makanan  Aloe dikemas dalam bermacam-macam bentuk. Sejak 1988 tanaman Aloe mulai diolah sebagai minuman ( koktail ) dan merupakan sumber penghasilan utama banyak orang di Pontianak, Bogor dan tempat-tempat lain di Indonesia. Selain sebagai koktail , Aloe vera juga dibuat sebagai dodol, selei dan kulit daunnya sebagai teh. Informatorium Supplemen Makanan Indonesia, edisi 1, jilid 1, Badan POM tahun 2004 memuat informasi produk Aloe vera gel dengan komposisi Aloe vera gel 96,27 %, Sorbitol 3,15 % , Vitamin C 0,18 % , Xantan gum 0,19% , Vitamin E  0,004 %. Kegunaan melancarkan buang air besar pada keadaan konstipasi dan memelihara kesehatan fungsi pencernaan.

Tanaman yang pada awalnya dikenal sebagai pencahar, penumbuh rambut dan obat luka bakar kini telah berkembang jadi minuman kesehatan .

2. Pengertian Tanaman Lidah Buaya

Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman Lidah Buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.

Secara umum, Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku industri.

Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), Lidah Buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.

Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini Lidah Buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.

3. Khasiat Tanaman Lidah Buaya

Tanaman Lidah Buaya yang banyak kita temui di perkarangan rumah ternyata memiliki khasiat sebagai tanaman obat (medical plant). Tanaman yang memiliki nama latin Aloe Vera L termasuk dalam famili Liliaceae. Memiliki bentuk yang menyerupai kaktus. Bentuk daunya bergirigi dan meruncing ke ujungnya, sedangkan bagian dalamnya berupa getah yang berwarna bening.

Pada umumnya lidah buaya dikenal luas sebagai sebagai obat penyubur rambut. Selain itu, lidah buaya memiliki banyak khasiat obat lainnya seperti obat penyembuh luka bakar, sembelit, sakit kepala, batuk rejan, dan banyak lainnya. Antioksidan yang dimiliki lidah buaya berkhasiat sebagai pencegah penuaan dini, serangan jantung, dan berbagai penyakit degeneratif.

Saat ini lidah buaya telah dijadikan sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan dikenakan pembudidayaan lidah buaya yang cukup mudah dilakukan.

3.1. Zat Yang Terkandung Dalam Lidah Buaya

Kandungan kimia dalam lidah buaya berupa : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

Kandungan Zat Gizi dalam lidah buaya berupa : vitamin A, B1, B2, B3, B12, C, E, choline, inositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri dari: kalsium (Ca), magnesium (Mg), potasium (K), sodium (Na), besi (Fe), zinc (Zn), dan kromium (Cr).

Sedangkan daun lidah buaya segar mengandung enzim amilase, catalase, cellulase, carboxypeptidase, dan lain-lain, serta mengandung sejumlah asam amino arginin, asparagin, asam aspartat, alanin, serin, valin, glutamat, treonin, glisin, lisin, prolin, hisudin, leusin dan isoleusin.

3.2. Khasiat Lidah Buaya Sebagai Penyembuh Penyakit

a. Penggunan sebagai obat bagian luar tubuh:

1. Penyubur rambut

Ambil beberapa daun lidah buaya segar lalu belah dan ambil bagian dalamnya yang mirip dengan agar-agar. Kemudian gosok-gosokkan ke kulit kepala selama beberapa menit sesudah mandi sore. Kemudian dibungkus dengan kain. Esok harinya rambut dicuci. Lakukan setiap hari selama 3 bulan untuk hasil memuaskan.

2. Luka Bakar atau tersiram air/minyak panas

Cuci bersih daun lidah buaya, ambil bagian dalam lalu tempelkan pada bagian yang terbakar atau yang terkena air/minyak panas.

3. Bisul

Ambil daun lidah buaya lalu lumatkan kemudian tambahkan sedikit garam lalu tempel pada bisul.

b. Penggunan sebagai obat bagian dalam tubuh:

i. Kecing manis (diabetes)

Lidah buaya dapat mengobati penyakit kecing manis (diabetes), adapun racikannya sebagai berikut: rebus potong-potongan daun lidah buaya yang telah dicuci bersih sebeluumnya dengan tiga gelas air hingga menjadi satu setengah gelas. Minum sehari tiga kali per setengah gelas sehabis makan.

ii. Batuk rejan

Batuk rejan (batuk tidak henti-hentinya) dapat diobati dengan cara merebus daun lidah buaya yang telah dibersihkan sebelumya lalu ditambah gula sebelum di minum.

iii. Wasir (Ambeien)

Wasir (dalam bahasa Inggris Hemoroid) dapat diobati dengan cara memarut setengah batang lidah buaya yang telah dihilangkan duri-durinya sebelumnya lalu tambahkan setengah cankir air matang dan 2 sendok madu, aduk dan saring lalu minum tiga kali sehari.

4. Cara Budidaya Tanaman Lidah Buaya

Budidaya Tanaman Lidah Buaya (Aloe Vera) telah dilakukan semenjak beberapa tahun yang lalu di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memenuhi pasar ekspor terutama ke negara Jepang. Jepang adalah negara pengguna lidah buaya terbesar di dunia, kebutuhan akan lidah buaya segar mencapai 20 kontainer (300 ton/bulan). Kebutuhan ini dipasok oleh Brazil dan Thailand.

Melihat kebutuhan pasar ekspor yang besar tersebut, maka budidaya lidah buaya merupakan usaha bisnis yang menggiurkan. Selain itu, Indonesia saat ini masih mengimpor hasil dari olahan lidah buaya seperti sabun, sampoe, powder dan olahan lainnya.

Budidaya lidah buaya tidaklah sesulit yang kita bayangkan, hal ini dikarenakan linkungan tumbuh dari tanaman lidah buaya sangat cocok untuk dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia. Ada tiga jenis tanaman lidah buaya yang memiliki nilai komersial yang tinggi: antara lain Aloe barbandensis dari Amerika, Aloe ferox dari Afrika dan Aloe sinensis dari Asia (Cina). Hama yang menyerang lidah buaya relatif sedikit.  Terkadang ulat atau belalang menyerang daun lidah buaya.  Pada keadaan lembab sering juga ditemui hama yang menyerang akar dan batang lidah buaya, terutama saat pembibitan.  Sedangkan penyakit yang menyerang terutama busuk basah akibat cendawan/bakteri pada daun.  Penyemprotan pestisida hanya dilakukan bila serangan hama dan penyakit cukup mengganggu. Aloe barbandensis adalah yang terbaik untuk dibudidayakan karena lebih tahan terhadap hama dan penyakit, ukurannya jauh lebih besar dibanding jenis lainnya.

Diagram Alur Budidaya Tanaman Lidah Buaya:

alur budi daya lidah buaya
alur budi daya lidah buaya

Sebelum melakukan budidaya tanaman lidah buaya dilakukan penyiapan lahan untuk budidaya. Lahan disiapkan dalam keadaan telah dibajak dan di gemburkan terlebih dahulu kemudian di buat saluran drinase dan bedengan. Bendengan dibuat dengan ukuran 1 x 2 meter dan tinggi 30-40 cm dan panjang di sesuaikan dengan kondisi lahan.

Budidaya tanaman lidah buaya dimulai dengan melakukan pembibitan terlebih dahulu, pembibitan dilakukan cara vegetatif, bibit diambil dari tanaman induk berupa anakan dengan jalan dicongkel dan diusahakan agar akarnya tidak putus. Anakan yang telah di dapatkan ditanam dalam polibag. Lama pembibitan adalah 3-5 bulan.

Setelah masa pembibitan barulah bisa ditanam diareal pembudidayaan. Bibit tanaman lidah buaya ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Pada waktu penamanan diusahakan agar tanaman lidah buaya tidak berhimpitan dandaun tidak patah.

Pemeliharaan tanaman lidah buaya dilakukan dengan cara memasukan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 2-5 kg pada waktu 1-2 minggu sebelum ditanam. Kemudian setelah pasca tanam dapat diberikan pupuk Urea dan Furadan

Lidah buaya sudah dapat dipanen pada umur 12-8 bulan setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan setiap bulan. Pasca panen, pelepah lidah buaya di bawa ke tempat penyortiran. Setelah di sortir kemudian dibungkus dan selanjutnya dibawa ke tempat pemerosesan lebih lanjut.

5. Peluang Bisnis Tanaman Lidah Buaya

Pengembangan budidaya lidah buaya merupakan sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Hal ini disebabkan pemanfaatan tanaman lidah buaya yang bukan hanya sekedar tanaman berkhasiat obat tapi juga memiliki manfaat lain seperti sebagai bahan makanan dan minuman serta sebuah bahan baku kosmetik. Salah satu peluang usaha yang bisa diciptakan adalah pembuatan minuman lidah buaya (Nata de Aloe). Hasil olahan dari ini nantinya bisa dikemas dalam gelas plastic (cup) dan dapat dipasarkan.

5.1. Berikut Ini Urutan Proses Pengolahan Dan Pembuatannya Nata de Aloe:

1. Pencucian daun lidah buaya

Daun lidah buaya yang telah dipanen, dicuci dengan air bersih agar kotoran yang melekat hilang. Selanjutnya, daun lidah buaya dikupas dengan menggunakan pisau tujuannya untuk memisahkan gel dengan kulit luar daun.

2. Pemotongan

Daun lidah buaya yang sudah dikupas, dipotong dadu dengan pisau, dan dimasukkan dalam tong plastik, kemudian hasil potongan tersebut dicuci 4 – 5 kali sampai bersih dari lendir.

3. Perendaman dengan larutan asam sitrat

Hasil potongan gel lidah buaya direndam dengan larutan asam sitrat dalam tong plastic selama 3 hari dengan tujuan untuk menghilangkan lendir.

4. Pencucian gel

Gel yang telah direndam larutan asam sitrat dimasukkan dalam ember, dicuci 1 kali, lalu direndam dengan air garam selama ± 3 jam sambil dibersihkan dari sisa-sisa kulit yang belum bersih, lalu dicuci lagi 2 – 3 kali.

5. Pemasakan

Panaskan air hingga 800C, lalu gel dimasukkan dalam panci selanjutnya dimasak selama – 5 menit, angkat gel tersebut lalu ditiris. Selanjutnya siapkan air matang untuk menampung gel setelah dimasak.

6. Pemanisan

Pemanisan dibuat dengan menggunakan larutan gula pasir yang dicampur air kemudian direbus, selanjutnya dianginkan.

7. Pengemasan

Gel yang telah siap kemudian dimasukkan dalam cup dan ditambahkan air gula, selanjutnya diseler atau cup ditutup dengan tutup pastik yang telah diberi label.

8. Pensterilan

Pensterilan dilakukan dengan tujuan agar cup bersih dan bebas dari kuman, yaitu dengan cara cup direndam selama 5 – 10 menit

9. Pengepakan

Cup yang telah kering diberi sendok dan rapikan tutup plastic, selanjutnya dikemas dalam kardus, diisi 24 cup dalam setiap kardus.

5.2. Cara membuat jus lidah buaya sendiri dirumah

Lidah buaya (aloe vera) telah dikenal luas memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ternyata lidah buaya juga dapat dibuat menjadi minuman (juice) segar dengan mengolahnya sederhana. Minuman (juice) segar lidah buaya ini bermanfaat menyembuhkan panas dalam dan sembelit.

Berikut ini resep cara pengolahan lidah buaya menjadi minuman (juice) lidah buaya :

Bahan:

-Daun lidah buaya (Aloe vera)

-Jeruk nipis atau asam sitrat

-Garam dapur

-Gula pasir

Alat-alat:

-Pisau terbuat dari stainless steel

-Tangki pencuci terbuat dari stainless steel

-Saringan halus

-Sendok makan

-Panci/baskom

Cara membuat :

1. Ambil daun lidah buaya segar.

2. Pilih daun yang cukup umur dan tebal. Daun cukup umur berwarna hijau tua, bagian tepi daun berduri lunak dan pucat.

3. Cuci bersih daun lidah buaya, kupas kulit daun hijaunya sehingga nampak daging daun lidah buaya yang bening.

4. Potong daging daun lidah buaya menjadi ukuran kubus.

5. Cuci dengan air hingga lendirnya hilang, kemudian dibilas dengan air bersih.

6. Didihkan air, masukkan potongan daging lidah buaya, diamkan selama 10 menit (matikan api kompor agar daging lidah buaya tidak lembek).

7. Rendam daging lidah buaya dalam larutan asam yang terbuat dari satu liter air matang, kemudian tambahkan satu sendok nakan perasan jeruk nipis.

8. Bilas potongan daging daun lidah buaya dengan air matang, tambahkan larutan gula dan simpan 2-3 jam dalam lemari pendingin.

9. Masukkan dalam plastik kemasan dan siap untuk dipasarkan. Bila ingin disimpan, simpanlah dalam lemari es.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: